Tuesday, January 10, 2012

Disembuhkan dari tumor otak

--- In cerita-kesaksian@yahoogroups.com, "matius_hmcpartners" wrote:
>
>
> Saudara-saudara yang kekasih dalam Tuhan Yesus,
>
> cerita-cerita tentang kesaksian orang-orang yang disembuhkan dapat
> dilihat pada www.kppi.or.id , berikut adalah
> salah satu kesaksiannya :
>
> Nama saya Sudung Simbolon, ayah dari Yosep Simbolon (19 tahun). Kami
> sekeluarga berjemaat di salah satu gereja di Bekasi dan Yosep aktif
> melayani dalam bidang musik di gereja.
>
>
>
> Pada suatu hari di akhir tahun 2003, saat masih duduk di kelas 2 STM,
> tiba-tiba Yosep merasakan kepalanya begitu sakit sampai ia menarik-narik
> rambutnya untuk menghilangkan rasa sakit di kepalanya....
>
> Kemudian, ia membaringkan dirinya di kamar dan tidak dapat bangun dari
> tempat tidur sama sekali. Ia segera dibawa ke klinik terdekat dan
> dirawat selama 1 minggu. Tidak banyak kemajuan yang terjadi. Ia terus
> menerus merasa kesakitan pada kepalanya. Akhirnya, dokter memberikan
> surat pengantar ke RS yang lebih besar untuk menjalani pemeriksaan CT
> Scan. Hasil CT Scan menyatakan bahwa Yosep menderita sakit tumor otak.
>
> Selama di rumah keadaan Yosep semakin parah. Ia hanya terbaring saja
> bagaikan mayat hidup. Saya, istri dan ketiga anak saya yang lain tiada
> henti-hentinya berdoa agar Tuhan campur tangan. Tuhan menjawab doa kami.
> Ketika kami membawanya berobat kembali, maka ia mengalami banyak sekali
> kemajuan. Ia bisa duduk dan melakukan aktivitas normal seperti biasa.
> Bahkan akhirnya ia bisa bersekolah kembali. Selama 2 tahun sakitnya
> tidak pernah kambuh dan ia tidak pernah merasa ada kelainan dalam
> tubuhnya.
>
>
>
> Pada tanggal 18 Desember 2005, suatu peristiwa yang mengejutkan terjadi.
> Yosep terjatuh dari ketinggian 3 meter ketika sedang membersihkan bak
> penampungan air. Awalnya tidak terjadi apa-apa. Tetapi, pada tanggal 24
> Desember 2005, sehabis mandi, Yosep tidak mampu memakai pakaiannya
> sendiri dan langsung jatuh rebah di atas tikar. Kami membawanya ke RS
> terdekat di Bekasi. Pada hari ke 3, ketika ia mencoba turun dari tempat
> tidurnya untuk pemeriksaan rontgen, tiba-tiba tubuhnya merosot ke lantai
> seolah-olah tidak memiliki kekuatan lagi. Setelah menjalani pemeriksaan,
> dokter saraf mendapati bahwa tubuh sebelah kanan Yosep telah menjadi
> lumpuh. Dokter mengatakan Yosep mengalami kelumpuhan karena tumor di
> kepalanya sudah menebal dan melebar. Harapan hidup bagi Yosep begitu
> tipis.
>
>
>
> Saya memutuskan untuk membawa Yosep pulang. Saat itu keadaannya sangat
> memprihatinkan. Yosep tidak dapat berbuat apa-apa. Ia tidak dapat
> bicara, tidak dapat mendengar dan tidak bisa melihat. Istri saya sampai
> pingsan melihat keadaannya. Akhirnya saya dan seluruh keluarga terus
> berdoa agar Tuhan menolong dia. Tuhan mendengarkan doa kami. Yosep mulai
> mengalami perubahan walau hanya sedikit.
>
>
>
> Pada bulan Januari 2006, seorang sahabat bersama dengan hamba-hamba
> Tuhan dari KPPI datang menjenguk Yosep dan berdoa baginya. Pengharapan
> kami bangkit saat mendengar tentang adanya acara KPPI (Kebaktian Pujian
> dan Penyembuhan Ilahi) di Pancoran. Kami pun hadir di KPPI untuk pertama
> kalinya pada hari Kamis, 12 Januari 2006. Yosep harus dibopong karena
> badannya sangat lemah. Di sepanjang perjalanan ia mengerang kesakitan.
> Setiba di tempat kebaktian, dengan dibantu 4 orang, Yosep dibaringkan di
> lantai dengan beralaskan tikar. Kebaktian pun dimulai, saya merasakan
> sukacita yang luar biasa sepanjang acara. Saat doa kesembuhan, Yosep
> didoakan oleh 2 orang hamba Tuhan dan mujizat pun terjadi. Keesokan
> harinya, Yosep sudah bisa mengangkat tangan dan kakinya yang lumpuh.
> Kami sangat bersukacita.
>
>
>
> Dua minggu kemudian kami datang kembali ke KPPI untuk kedua kalinya.
> Yosep masih harus dibopong karena lumpuh dan buta. Ia juga terus
> mengerang kesakitan. Malam itu Tuhan Yesus kembali bekerja. Keesokan
> harinya, Yosep mulai bisa melihat, sekalipun belum terlalu jelas. Ia
> juga mulai bisa makan dan minum sendiri. Kemajuannya sangat pesat.
>
>
>
> Kamis, 09 Februari 2006 kami kembali datang ke KPPI untuk ketiga
> kalinya. Kondisi Yosep sudah amat baik. Ia tidak lagi harus dibopong.
> Sepanjang kebaktian ia dapat duduk dengan baik. Ketika kembali ke rumah,
> kami sekeluarga begitu terkejut ketika Yosep memainkan gitar dan
> mengajak kami memuji Tuhan. Kami menangis terharu atas perubahan yang
> terjadi. Kami semua begitu terharu. Sungguh luar biasa apa yang Tuhan
> kerjakan pada Yosep. Kamis, 23 Februari 2006, kami datang kembali ke
> acara KPPI untuk ke empat kalinya. Saat itu Yosep bisa jalan sendiri
> tanpa dipegang. Saat memuji-muji Tuhan dia bisa bertepuk tangan. Saat
> didoakan matanya juga semakin membaik. Sepulang dari KPPI beberapa hari
> kemudian Yosep sudah dapat melihat dengan jelas.
>
>
>
> Yosep kini benar-benar sembuh dan normal serta kembali aktif melayani
> Tuhan di bidang musik. Saya sangat bersyukur atas mujizat yang Tuhan
> berikan padanya. Tubuh yang lumpuh, mata yang buta, tumor di otak telah
> disembuhkan Tuhan! Allah sungguh menjawab doa-doa anakNya.
>
>
>
>
>
> Kami juga mengundang Saudara-saudara yang rindu dipakai Tuhan untuk
> melayani banyak orang yang sakit dan membutuhkan pertolongan Tuhan dalam
> acara Healing Ministry Course, suatu training pelayanan kesembuhan bagi
> semua jemaat atau Hamba Tuhan yang mau dipakai Tuhan. Jangan lewatkan
> kesempatan ini. GRATIS !!
>
> Undangan terlampir dan mohon diinformasikan / disebarkan kepada
> Saudara-saudara lainnya. Terima kasih.
>
>
>
> undangan HMC
>
>
> Tuhan Memberkati.
>

No comments:

Post a Comment

Thanks for your comment/Trimakasih buat komennya. JESUS BLESS YOU